Tulisan-tulisan yang ada di dalam blog ini dibuat dengan bersusah payah. Hargailah dengan TIDAK meng-COPY/PASTE.

Kamis, 20 Agustus 2020

[Esai] Biarlah Hal-Hal Pribadi Menjadi Konsumsi Pribadi Saja

Sssst….

Biarlah Hal-Hal Pribadi Menjadi Konsumsi Pribadi Saja

Esai oleh Jannu A. Bordineo

Terlepas dari dogma dan norma, tidak ada yang salah dengan aktifitas sanggama, selama itu dalam kesepakatan tanpa paksaan—baik itu pacaran, pernikahan maupun transaksi. Aktifitas yang tidak salah itu bisa menjadi bermasalah jika lantas diumbar ke publik—entah main di tempat umum, entah direkam lalu tersebar (baik sengaja maupun tidak—ingat skandal seorang vokalis band dulu). Adat yang berlaku masih menganggap sanggama adalah kegiatan pribadi yang tidak seharusnya diumbar ke khalayak. Tidak dibenarkan melanggarnya karena bisa menjadi perbuatan asusila, bahkan melanggar hukum.

Skandal yang menimpa seorang aktris muda yang kini sedang ramai diperbincangkan warganet adalah contoh lain dari hal-hal pribadi yang tidak seharusnya diumbar ke publik.

Namanya pacaran, tentulah berasyik masyuk. Memang, yang dilakukan si aktris dengan kekasihnya bisa dianggap melewati batas orang pacaran jika menilik norma yang berlaku di masyarakat. Namun—tanpa ada maksud membela kelakuan tersebut—bukankah sudah menjadi rahasia umum, banyak orang pacaran yang kelakuannya melebihi itu? Di zaman apa pun, dulu dan sekarang, ada saja orang pacaran yang sampai mahir tata cara bikin anak (jadi lagi).

Bagaimanapun cara si aktris berasyik masyuk dengan kekasihnya, itu terserah dia. Dia tidak bisa disalahkan, dengan catatan tidak diumbar ke publik sekiranya itu tidak pantas. Nah, itulah titik pangkal kegaduhan ini.

Aku tidak mendudukkan diriku sebagai pembela atau penghujat si aktris. Tidak juga sebagai pemberi saran penyelesaian masalah tersebut—bukan kapabilitasku, bukan juga tujuan dari tulisanku ini. Aku di sini hanya sebagai pengamat yang sedang mengamati suatu peristiwa untuk dijadikan bahan renungan, pembelajaran. Dan hikmah yang bisa aku—juga kamu sekalian—ambil dari skandal ini adalah biarlah hal-hal pribadi menjadi konsumsi pribadi saja. Jangan sekali-kali disebar atau tersebar. Ya, meski bukan kita, bisa saja orang lain yang akan mengumbarnya. Maka, ada baiknya untuk sekalian saja menghindari membuat atau berbuat sesuatu yang sekiranya akan menjadi skandal bila tersiar ke khalayak.

Sebagai penutup, kunukilkan pepatah Jawa: urip iku kudu tansah eling lan waspada (hidup itu harus selalu ingat dan waspada).


#adhistyzara #skandal #kasus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang santun dan sesuai dengan isi tulisan.