Tulisan-tulisan yang ada di dalam blog ini dibuat dengan bersusah payah. Hargailah dengan TIDAK meng-COPY/PASTE.

Selasa, 02 Juni 2020

[Esai] Isu Kebangkitan PKI


Gambar celurit.
Isu Kebangkitan PKI
Esai oleh Jannu A. Bordineo

Sore ini—tidak ada hujan, tidak ada angin—seorang kawan tiba-tiba ngomongin soal kebangkitan PKI. Aku bilang saja tidak usah percaya isu itu. Dia tampak tidak terima.
lautankata.com
Dia kebetulan tahu aku menulis buku dan seorang pembaca buku. Rupa-rupanya dia khawatir aku terpapar ideologi komunis dari buku yang kubaca—dia sampai tanya buku apa yang baru-baru ini kubeli dan kubaca. What the…. Kalau pun aku baca buku tentang komunis, tidak serta-merta menjadikanku komunis.

Lalu, terjadilah obrolan lebih lanjut antara kami. Dan, mungkin sudah kalian duga, aku mendapati pemahaman kawanku itu: PKI/komunis itu ateis, dan jahat.

Sampai di sini aku sadar, betapa obrolan ini sia-sia belaka. Pandangan kawanku itu sudah sampai pada tahap kepercayaan. Kalau sudah percaya, sebesar apa pun usahaku untuk meluruskan akan sia-sia saja.

Tapi, obrolan terus berlanjut. Ya, benar, walaupun sia-sia, harus kulakukan demi keselamatanku di masa mendatang.
lautankata.com
Aku lantas memaparkan alasanku tidak percaya soal kebangkitan PKI, yang selalu muncul setiap tahun, yang diembuskan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan tertentu. Aku ceritakan juga sejarah yang merekam bahwa isu PKI ini bahkan juga digunakan penguasa untuk menghabisi ulama dan umat. Di sini aku menegaskan kepada kawanku bahwa aku bukan pendukung PKI, bukan pula seorang komunis. Kujelaskan pula alasan mengapa aku tidak setuju dengan ideologi komunis—aku sampai bilang juga komunis itu ideologi usang yang sudah terbukti gagal.

Tahu apa tanggapan kawanku itu?

"Kan yang kamu baca belum tentu benar."

Duh, Gusti. Karena itulah aku baca banyak buku, banyak sumber, biar tahu. Iqra, iqra! Aku sampai mengutip perkataan Buya Syafii Maarif, "Bagaimana mau setuju atau tidak setuju kalau tidak pernah dipelajari?"*
lautankata.com
Tapi, yang benar-benar bikin aku ingin nyebut adalah kenyataan bahwa kawanku—yang pemahamannya soal komunis keliru, yang meragukan fakta sejarah—justru percaya mutlak mentah-mentah bahwa PKI/komunis itu tidak pernah mati dan akan bangkit lagi hanya dengan melihat berita yang meliput mengenai penemuan simbol-simbol palu arit.

Yang aku cemaskan, andai kata—amit-amit, jangan sampai—terjadi kaos, orang-orang seperti kawanku inilah yang akan dengan mudah disetir untuk melakukan kerusuhan, pembersihan, yang berujung pada pembantaian seperti yang sudah-sudah.

Ketika aku balik menanyakan kepada kawanku, bagaimana kamu yakin berita tersebut benar? Bagaimana jika simbol-simbol itu sengaja dibuat agar mengesankan seolah-olah PKI itu masih ada dan mulai berani terang-terangan menampakkan diri?

Jawabnya: "Wallahualam."
lautankata.com
Ya, wasalam, kalau begitu.








*Perkataan Buya Syafii Maarif lengkapnya begini: "Bagi saya sudah jelas, komunisme sudah bangkrut. Tapi kalian harus membacanya karena bagaimana mau setuju atau tidak setuju kalau tidak pernah dipelajari?"
Aku dapat dari artikel di tirto.id.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang santun dan sesuai dengan isi tulisan.