Tulisan-tulisan yang ada di dalam blog ini dibuat dengan bersusah payah. Hargailah dengan TIDAK meng-COPY/PASTE.

Selasa, 25 Maret 2014

Puisi: Pilihan

Puisi oleh Jannu A. Bordineo

Wahai, kawan!
Di pasar nanti
Jika dirimu memutuskan membeli
lautankata.com
Janganlah beli terong-terongan
Jangan pula membeli cabe-cabean
Hati-hatilah!
Jangan tertipu oleh kulit mulusnya.
Lihat isinya! Apakah berbeda?
lautankata.com
Di pasar nanti
Jika ada, belilah terong ungu panjang
Beli juga cabe rawit
Kedua jenis itu jelas kualitasnya


lautankata.com


Pasar = Pemilu 2014
Terong-terongan dan cabe-cabean = Wakil rakyat/caleg (pria maupun wanita) yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok/partai daripada kepentingan rakyat.
Terong ungu panjang dan cabe rawit = Wakil rakyat macam Tri Rismaharini yang benar-benar bekerja untuk rakyat dan berani menentang keinginan partai yang mengusungnya.
Kulit mulus = Janji kosong kampanye, yang selalu mengatasnamakan rakyat.

Nb:
Ini adalah puisi pertama yang saya publikasikan di blog ini setelah rehat sejenak karena kesal, beberapa puisi saya dicuri (dicopas tanpa izin).


8 komentar:

  1. Tetap saja, banyak terong2an yang dicat ungu menyerupai aslinya. Seandainya, sebelum beli bisa dicoba.... :)

    Para plagiat banyak berkeliaran, aku pasrah.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan sudah tahu rasanya karena sebagian "muka-muka lama" :)

      soal plagiat: boleh pasrah, tapi tetap beri perlawanan. DMCA, Copyscape atau anti klik kanan. semua itu adalah usaha untuk melawan penjahat hak cipta--yang kebanyakan menyepelekan dan menganggap kecil hak kekayaan intelektual yang dimiliki seseorang.

      Hapus
  2. baru tahu arti lain dr terong terongan dan cabe cabean

    Mereka mereka yg suka nyuri dan mengakui itu tulisan mereka krn nggak mencantumkan sumber aslinya kok ngga mikir ya, bgmn jika mereka ada di posisi yg kecurian?

    Apa sdh pernah ditegur nih yg suka nyuri puisinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho, padahal di puisi ini maksudnya politisi-politisi korup pencuri uang rakyat :)

      soal pencuri tulisan. sudah saya tegur. kemudian laporkan ke google.

      Hapus
  3. Para Copasers itu selalu tau trik2 nyuri tulisan.... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama masih di dunia maya, masih akan terlacak. yang saya takutkan kalo nyurinya untuk digunakan di dunia nyata (dipakai untuk lomba misalnya), kita bisa rugi dua kali. istilahnya, sudah jatuh tertimpa tangga.

      Hapus
  4. Itu tandanya puisi kamu bagis, mangkannya dicopas. :D
    oh, ya. mampir balik kalo sempet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagus, sih, bagus. tapi tak perlu copas/nyolong kan. umpamanya, kita pergi ke mall, terus lihat barang bagus, masak mau nyolong itu barang? nggak mungkin kan?

      oke meluncur ke tkp!

      Hapus

Berkomentarlah yang santun dan sesuai dengan isi tulisan.