Tulisan-tulisan yang ada di dalam blog ini dibuat dengan bersusah payah. Hargailah dengan TIDAK meng-COPY/PASTE.

Minggu, 27 Desember 2009

PESAN TERAKHIR

Di sebuah desa terpencil, hidup seorang petani tua bersama dengan ketiga orang anaknya. Anak yang pertama, Pin Tho, memiliki tubuh yang besar dan kekuatan yang melebihi anak lain seusianya, tapi dia tidak terlalu pintar. Anak kedua bernama Pin Dho, sangat pintar dan cerdik, tapi dia sangat lemah dan berperawakan ceking. Dan anak yang terakhir, Pin Lho, memiliki kemampuan bersosialisasi maupun berinteraksi dengan orang lain, berperawakan biasa saja, tidak cukup pintar maupun kuat seperti ke dua kakaknya.
LautanKata
Mereka bertiga tinggal bersama ayah mereka yang sudah tua di sebuah rumah kecil dari kayu dan sudah reot. Ibu mereka sudah lama meninggal ketika mereka masih kecil.
Setiap hari mereka membantu orang tua mengolah ladang dan kebun yang tidak terlalu luas. Selain itu mereka juga memiliki tugas khusus. Tho bertugas membantu ayahnya di ladang. Dho membantu ayahnya dirumah dan Lho membantu ayahnya menjual hasil kebun dan ladang ke pasar.

Saat Pin bersaudara beranjak dewasa, ayah mereka sakit keras. Merasa ajalnya sudah dekat, petani itu memanggil ketiga anaknya.
"Tho!"
"Ya, ayah," jawab Pin Tho.
"Dho!"
"Ya, ayah," jawab Pin Dho.
"Lho!"
"Ya, ayah," jawab Pin Lho.
"Dengarkanlah! Ayah ingin menyampaikan pesan terakhir untuk kalian bertiga."
Pin bersaudara mengangguk pelan.
"Ayah tidak punya apa-apa yang bisa ayah tinggalkan untuk kalian. Ayah hanya berpesan, lihatlah pada diri kalian sendiri."
Begitu selesai menyampaikan pesannya, petani tua menghembuskan nafas terakhir. Pin bersaudara menangisi kepergin ayah mereka.

Sepeninggal ayah mereka, Pin bersaudara berkelana ke tempat yang berbeda. Tho mulai merintis usahanya, tetapi selalu gagal karena dicurangi orang lain. Dho juga mulai merintis usahanya. Berhasil, tapi..., dia tidak mampu menjaga diri dari perampok yang mengincar hartanya, sehingga dia harus memulai usahanya dari awal lagi. Tidak ketinggalan pula Lho yang juga mulai merintis usahanya. Berhasil, tapi..., dia tidak mampu mengelola harta kekayaannya dengan baik sehingga dia bangkrut dan harus memulai usahanya dari awal lagi.
LautanKata
Dari tempat yang berbeda, Pin bersaudara merenungkan kembali pesan terakhir ayahnya. Mencoba mencari jawaban dengan mengingat kembali masa lalu. Mereka terus merenung mencari jawaban akan pesan terakhir dari petani tua, ayah mereka. Akhirnya mereka berhasil menemukan apa maksud dari pesan terakhir ayah mereka. Jawaban yang membawa mereka kembali ke kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Pin bersaudara sampai di rumah yang dulu mereka tempati secara bersamaan. Ikatan batinlah yang membuat mereka bisa berkumpul lagi. Mereka mulai merintis usaha lagi. Mengolah ladang dan kebun kecil peninggalan ayah mereka. Dengan kekuatannya, Tho mengolah ladang dan kebun. Dengan kemampuannya bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain, Lho menjual hasil ladang dan kebun di pasar. Dengan kepintarannya, Dho mengelola pendapatan mereka dengan baik. Dengan begitu Pin bersaudara mampu membeli tanah lagi dan lagi, menjadikan mereka sebagai orang yang kaya raya. Mempekerjakan orang untuk mengolah lahan yang begitu luas. Sehingga mereka bisa bersantai, tapi tetap mendapat penghasilan.

Kesuksesan Pin bersaudara tak lepas dari pesan terakhir ayah mereka, yaitu, lihatlah pada diri kalian sendiri, yang berarti melihat semua tentang diri mereka sendiri. Kebersamaanlah inti dari pesan terakhir tersebut. Kebersamaan yang selama ini mereka lewati. Kebersamaan yang menutupi kekurangan masing-masing. Membuat mereka sadar, betapa pentingnya kebersamaan itu dalam mengarungi kehidupan.
Dengan kekuatannya, Tho mampu melindungi saudaranya dari ancaman fisik yang akan menyerang mereka. Dengan kepintarannya, Dho mampu melindungi saudaranya dari kecurangan orang lain. Dengan kemampuannya bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain, Lho mampu melindungi saudaranya dari kebohongan yang bisa menjatuhkan mereka.
LautanKata
Demikianlah kisah Pin bersaudara yang sukses karena kebersamaan yang kuat diantara mereka. Dan juga pesan terakhir yang menuntun mereka.

Oleh Jannu A. Bordineo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang santun dan sesuai dengan isi tulisan.