Tulisan-tulisan yang ada di dalam blog ini dibuat dengan bersusah payah. Hargailah dengan TIDAK meng-COPY/PASTE.

Rabu, 05 Maret 2014

Renungan: Susahnya Menjadi Terkenal

Oleh Jannu A. Bordineo

Blognya ramai pengunjung dan dikenal, mungkin, adalah hal yang sangat diinginkan oleh seorang narablog. Terlebih jika blog itu adalah blog kepenulisan yang dikelola oleh seorang penulis, baik itu penulis amatiran maupun profesional.
lautankata.com
Bagi kami (penulis), ramainya pengunjung diharapkan mampu mendatangkan komentator-komentator yang bisa memberikan kritik yang membangun terhadap tulisan. Sehingga kedepannya, kemampuan menulis kami bisa semakin berkembang.

Tapi, namanya juga kehidupan, semua tidak selalu berjalan mulus. Ada siang, ada malam. Ada sisi baik, pasti ada juga sisi buruk. Dan sisi buruk dari ramainya pengunjung blog adalah datangnya para pencuri tulisan/artikel (copaster dan plagiat/penjiplak).
lautankata.com
Selayaknya keberadaan pencopet di dalam keramaian pasar malam, pencuri-pencuri ini ada di antara pengunjung blog yang baik. Ironisnya, kebanyakan adalah narablog juga. Narablog salah jalan, yang mau ngeblog tapi tak mau menulis.

Ada juga yang punya alasan lain. Membagikan ke forum, misalnya. Aneh, berbagi kok dengan mencuri?

4 komentar:

  1. Kalau menurutku, tulisan copas harus ada ijin dari si empunya tulisan, Jika kesulitan dalam menghubungi, minimal memberikan keterangan sumber tulisan (link)

    BalasHapus
    Balasan
    1. etikanya, sih, seperti itu. tapi kenyataannya...

      Hapus
  2. yang penting dicantumin sumbernya (menurut saya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih penting lagi menulis sendiri artikelnya. :)

      kalo memang mau ngeblog, ya harus menulis, kan?

      kalo yang maunya ngeblog tanpa mau menulis (copas), saya rasa bukan blogger namanya.

      Hapus

Berkomentarlah yang santun dan sesuai dengan isi tulisan.